Rabu, 07 Januari 2026

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Nunggal Rejo, Kolaborasi Polsek Punggur dan Penyuluh Pertanian


Oleh Muhammad Faiq Saputra, S.P. 


Foto : Septria Arrum

Desa Nunggal Rejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah kembali mencatatkan momentum penting di sektor pertanian melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026. Program ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor antara Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Punggur dengan Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Punggur dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sinergi Aparat Kepolisian dan Penyuluh Pertanian

Panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu unggulan di Kabupaten Lampung Tengah. Kehadiran Polsek Punggur dalam program ini tidak hanya sebatas pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam menciptakan iklim pertanian yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, para penyuluh pertanian BPP Punggur berperan aktif dalam pendampingan teknis, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih unggul, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung. Pendampingan intensif ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen petani di Desa Nunggal Rejo.

Meningkatkan Produktivitas Jagung di Lampung Tengah

Desa Nunggal Rejo dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung di Kecamatan Punggur. Dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan dukungan lintas sektor, hasil panen jagung pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Panen raya ini juga menjadi ajang evaluasi dan pembelajaran bersama bagi petani, penyuluh, serta pihak kepolisian untuk terus memperkuat kerja sama di masa mendatang. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Lampung Tengah.

Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Program panen raya jagung serentak ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Jagung sebagai komoditas strategis memiliki peran penting baik untuk kebutuhan pangan, pakan ternak, maupun industri.

Dengan meningkatnya produksi jagung, pendapatan petani di Desa Nunggal Rejo diharapkan ikut meningkat, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pedesaan. Kolaborasi antara Polsek Punggur dan BPP Punggur menjadi contoh nyata bahwa sinergi antarinstansi mampu memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian.



Harapan ke Depan

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Nunggal Rejo menjadi tonggak penting dalam pembangunan pertanian di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Ke depan, program serupa diharapkan terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas serta dukungan yang semakin kuat dari berbagai pihak.Melalui kerja sama yang solid antara petani, penyuluh pertanian, dan kepolisian, pertanian jagung di Lampung Tengah diyakini akan semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari lahan yang subur, tetapi dari sinergi yang kuat antara petani, penyuluh, dan seluruh unsur pendukung, termasuk kepolisian.”

Muhammad Faiq Saputra, S.P. (PPL Nunggal Rejo)

 















          










Minggu, 06 Juli 2025

"Gropyokan Tikus Mojopahit: Petani Bersatu, Sawah Selamat!"

 

    Gerdal Hama Tikus Kampung Nunggal Rejo, 30 Juni 2025  ( Dokumentasi BPP Punggur)

Dalam upaya melindungi tanaman padi dari serangan hama tikus yang semakin meresahkan, petani di Kampung Mojopahit bersama Babinsa, penyuluh pertanian, dan aparat desa melaksanakan kegiatan Gropyokan Tikus secara serentak. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antar unsur masyarakat dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian.


Gropyokan tikus dilaksanakan dengan metode tradisional yang ramah lingkungan, seperti pengasapan lubang tikus, pemasangan perangkap, dan pemusnahan sarang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen edukasi bagi petani tentang pentingnya pengendalian hama secara terpadu dan rutin.Kegiatan Gropyokan Tikus Mojopahit ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian hama terpadu (PHT) yang menekankan pada pencegahan dan pengelolaan ekosistem pertanian secara berkelanjutan. Dengan menekan populasi tikus sejak dini, potensi kerusakan tanaman dapat diminimalisir, terutama pada fase pertumbuhan awal padi yang rentan terhadap serangan.



Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam aksi ini membuktikan bahwa dengan bersatu, ancaman hama dapat ditekan, dan sawah pun tetap aman. Gerakan ini juga diharapkan menjadi agenda rutin di musim tanam mendatang sebagai bagian dari strategi pengendalian hama berbasis komunitas. Melalui aksi nyata ini, Mojopahit menunjukkan bahwa pertanian yang kuat bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang solidaritas, kesadaran, dan kebersamaan. Gropyokan tikus bukan hanya kegiatan sesaat, tapi bagian dari gerakan jangka panjang untuk mewujudkan pertanian yang sehat, aman, dan produktif.

Selasa, 20 Mei 2025

"Tikus Minggat, Petani Semangat: Gerakan Geropyokan Bersama"




Di Kampung Toto Katon, para petani bersatu dalam aksi nyata melalui kegiatan “Tikus Minggat, Petani Semangat: Gerakan Geropyokan Bersama”. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran kolektif terhadap ancaman hama tikus yang kerap merusak tanaman padi, terutama di awal musim tanam.

Geropyokan dilakukan secara serentak dengan melibatkan petani, penyuluh pertanian, aparat kampung, dan unsur terkait lainnya. Dengan membawa alat sederhana dan semangat gotong royong, peserta menyisir sawah dan sarang tikus, menekan populasinya secara langsung di lapangan.

“Geropyokan ini bukan hanya kegiatan teknis membasmi hama, tapi juga momen untuk membangun kebersamaan petani. Ketika kita bergerak bersama, tantangan pertanian bisa kita hadapi dengan lebih ringan. Saya bangga melihat semangat warga Kampung Totokaton yang kompak melindungi sawahnya. Harapannya, gerakan ini rutin dilakukan agar petani bisa menanam dengan tenang dan hasil panen tetap terjaga.”

Arum, PPL Kampung Totokaton


Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Nunggal Rejo, Kolaborasi Polsek Punggur dan Penyuluh Pertanian

Oleh Muhammad Faiq Saputra, S.P.  Foto : Septria Arrum Desa Nunggal Rejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah kembali mencatatkan m...