Gerdal Hama Tikus Kampung Nunggal Rejo, 30 Juni 2025 ( Dokumentasi BPP Punggur)
Dalam upaya melindungi tanaman padi dari serangan hama tikus yang semakin meresahkan, petani di Kampung Mojopahit bersama Babinsa, penyuluh pertanian, dan aparat desa melaksanakan kegiatan Gropyokan Tikus secara serentak. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antar unsur masyarakat dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian.
Gropyokan tikus dilaksanakan dengan metode tradisional yang ramah lingkungan, seperti pengasapan lubang tikus, pemasangan perangkap, dan pemusnahan sarang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen edukasi bagi petani tentang pentingnya pengendalian hama secara terpadu dan rutin.Kegiatan Gropyokan Tikus Mojopahit ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian hama terpadu (PHT) yang menekankan pada pencegahan dan pengelolaan ekosistem pertanian secara berkelanjutan. Dengan menekan populasi tikus sejak dini, potensi kerusakan tanaman dapat diminimalisir, terutama pada fase pertumbuhan awal padi yang rentan terhadap serangan.
Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam aksi ini membuktikan bahwa dengan bersatu, ancaman hama dapat ditekan, dan sawah pun tetap aman. Gerakan ini juga diharapkan menjadi agenda rutin di musim tanam mendatang sebagai bagian dari strategi pengendalian hama berbasis komunitas. Melalui aksi nyata ini, Mojopahit menunjukkan bahwa pertanian yang kuat bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang solidaritas, kesadaran, dan kebersamaan. Gropyokan tikus bukan hanya kegiatan sesaat, tapi bagian dari gerakan jangka panjang untuk mewujudkan pertanian yang sehat, aman, dan produktif.

.jpeg)
